Postingan

Kamu

 "PUISI 1 Kamu Sederhana saja Mengapa? Kalimat tanya yang tak ter elakan Mengapa? Aku ulangi satu kali lagi Kamu hadir layak sang ramah Singgah layak sebuah rumah Hangat layak sang pengubah Pergi diiringi sedih yang bertumpah Ada empat tempat yang selalu ingin aku kenalkan padamu Hutan Gunung Laut Surakarta Hutan menggambarkan betapa inginya keterbukaan dalam hubungan ini Berlaku menggunakan sifat yang asli Tanpa kebodohan menipu atau saling memusuhi Yang diperlukan percaya dan saling menyertai Gunung dimana tempat pembuktian titik tertinggi yang ingin ku hadapi Meskipun aku belum pernah memulai  Aku ingin bersamamu untuk merasakan Mari kita buktikan,  bahwa angkuh tidak dibutuhkan, Meninggalkan sangat merugikan Laut aku ingin menyajikan kenangan ini Dimana terdapat penorama yang tergambarkan Bagaimana sang senja tidak memilih warna apa yang akan singgah Melainkan penerimaan agar menyatu adil bermanivestasikan kata indah Yang terakhir surakarta Mengapa? Bukankah harusnya ...

Aku menari bersama pilu

 Aku menari bersama pilu Meratapi pelik kehidupan penuh lika-liku Termenung aku .... Teringat pada ibu setiap kali malam mendatangiku Ibu .... Ragamu kenapa bisa sekuat itu? Kau korbankan kebahagiaanmu demi aku Aku merintih, karena murah hatimu Kau rela banting tulang, tak kenal waktu Hatiku tersayat saat tubuhmu tak berdaya Kau bilang, nanti juga sembuh sendirinya Aku tak percaya Karena kau selalu berkata baik-baik saja Ibu .... Kasih sayangmu tak terhingga Kau telah mengajariku banyak arti Bahwa hidup penuh warna Bukan beban dan masalah seperti yang ku kira sebelumnya"

Sirnanya senja

 "Sirnanya senja Karya:Mutiara khoirunnisa Semburat jingga keemasan terpancar di batas cakrawala Dialah senja…… langit sedang menunjukkan keelokannya pada semesta Ternyata pesonamu begitu melekat Membuat banyak orang terpikat Walau hadirmu hanya sesaat Disaat mentari jingga berganti warna Berdebur jiwa diantar luka dan kecewa Ku berharap senja mengerti perasaanku Memberantas kenangan dengan cara menatap keindahanmu Lalu mengapa tangismu masih menguasai hati? Seperti ironi,kamu telah terjebak patah hati GUBUKKU KARYA:MUTIARA KHOIRUNNISA Kau kecil dan kumuh Tapi semangat mu tak pernah lusuh Kayumu yang keropos terkikis masa Atapmu yang bolong kesorot panasnya surya Jalinan anyaman bambulah yang jadi dindingnya Di gubuk ini kutemukan kegelisahan dan kecemasan  Melihat keadaannya semakin memprihatinkan Lelahnya menghadapi gempuran perubahan zaman Walau harus tetap menghadapi sepait apapun kenyataan Sudah dua bulan ini gubukku sepi Tak ada diskusi Secangkir kopi Dan khayalan ilusi ...

Cahaya Novita..

 "Cahaya Novita.. Judul: (Ragu sebuah rasa)  (Sebuah rasa) (Cinta cahaya) (Ucapan beribu cinta) (Terimakasih cinta) Puisi.. Ragu sebuah rasa (Cahaya) Kamu adalah rahasia yang ingin ku pendam saja Kamu adalah rahasia yang ingin ku jaga setiap waktu Kamu adalah rahasia yang ingin ku diam kan dari setiap orang Kamu adalah rahasia yang ingin ku sembunyikan dari pertanyaan orang-orang Sebuah rasa (cahaya) Sebuah rasa yang mulai tumbuh Sebuah rasa yang mulai berkembang Sebuah rasa yang mulai berbunga Sebuah rasa yang mulai berbuah (Cinta cahaya) Dari ragu, Ke sebuah rasa, Menjadi cinta, Yang abadi, Keraguan telah mengiringi ke sebuah rasa, Sebuah rasa telah memberi petunjuk untuk menjadi cinta yang abadi seperti terang nya cahaya... (Ucapan beribu cinta cahaya) Dari kata perkata tidak dapat ku beri Dari kata perkata tidak dapat ku ucapan Ucapan beribu cinta tidak ada alasan untuk ku beri, ku ucap kan. Ucapan beribu cinta hanya dapat di rasakan."

Tak seindah ekspetasi

 Tak seindah ekspetasi Semula yang ku inginkan Keinginan yang ingin kuwujudkan Wujud terbesar dari sebuah harapan Harapan yang dengan penuh perjuangan  Begitu susah menaklukkan Tak semudah ekspetasi yang kubayangkan Rintangan yang panjang Begitu banyak penghalang ada di depan Pupus sudah sang harapan Hancur sudah sebuah keinginan Hanya meninggalkan sebuah kenangan Realita yang mengecewakan Oleh Sabrina Alifya Senja Tampak di penghujung hari Datangmu hanya tuk berpisah Datangmu untuk berpamit Begitu dinanti banyak insan  Menanti sepanjang hari Lelah diri ini yang menghilang Begitu menghangatkan hati Dirimu tak pernah mengecewakan Indah namun hanya sesaat Oranye menyorot netra Bersinar dari penghujung samudera Tak sedikitpun ingin melewatkannya Oleh Sabrina Alifya Sebuah pesan untuk Tuhan Mengapa begitu berat Jalan yang Kau berikan pada diri ini Ingin rasanya berhenti  Namun tak dapat diri ini menghendaki Percaya diri ini pada-Mu Akan ada hasil yang begitu indah Menant...

KESABARAN DAN KEIKHLASAN

 KESABARAN DAN KEIKHLASAN Nama: BAIQ ANGGI CAHYA PERMATA Aku kira sabar itu mudah Setiap hari demi hari kucoba bersabar Setiap hari juga aku coba menahan amarahku Membungkam mulutku agar tidak berkata Meskipun seperti itu Aku hanya manusia biasa yang penuh dengan dosa Manusia yang mempunyai batas kesabaran Manusia yang mempunyai amarah dan emosi Terkadang mereka mengira aku diam saja Aku diam bukan berarti aku kalah Aku diam bukan berarti aku lemah Tapi aku diam karena aku tahu itu salah Diamku itu hanya untuk menjaga perasaan mereka Tetapi semakin ku bungkam diriku Mereka seakan tidak peduli Mereka semakin menjadi jadi  Kubuat diriku seolah olah tidak mendengar Kubuat diriku seolah olah tidak melihat Kubersembunyi dibalik topeng wajahku Perasaan yang hanya aku sendiri rasakan Hari demi hari berlalu Minggu demi Minggu ku lalui Bulan demi bulan ku jalani Tahun demi tahun datang siring berganti Ku jadikan diriku sebagai pribadi yang tangguh dan kuat Ku tetap tersenyum walau aku ...

Sang pendosa

 Sang pendosa  Gelap , kelam, hitam,  Hatiku diselimuti kabut nafsu Bergejolak nya api cinta  Membuat logika menjadi dungu  Telinga  tuli, mata buta  Hati sekeras batu  Tak pernah menerima cahaya  Semua terpantul hilang dan sirna Tanah ini begitu gersang tuan  Untuk memiliki Sang hijau  Tak ada yang salah dengan cinta  Kesuciannya seputih kapas  Keindahan yang pempesona Terlena terpanah oleh asmara  Tumpahan tinta hitam keserakahan  Mengotori haqiqat cinta sesungguhny.  Sekarang hanya batu penyesalan  Dan pecahan kaca kepercayaan "