Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Kamu

 "PUISI 1 Kamu Sederhana saja Mengapa? Kalimat tanya yang tak ter elakan Mengapa? Aku ulangi satu kali lagi Kamu hadir layak sang ramah Singgah layak sebuah rumah Hangat layak sang pengubah Pergi diiringi sedih yang bertumpah Ada empat tempat yang selalu ingin aku kenalkan padamu Hutan Gunung Laut Surakarta Hutan menggambarkan betapa inginya keterbukaan dalam hubungan ini Berlaku menggunakan sifat yang asli Tanpa kebodohan menipu atau saling memusuhi Yang diperlukan percaya dan saling menyertai Gunung dimana tempat pembuktian titik tertinggi yang ingin ku hadapi Meskipun aku belum pernah memulai  Aku ingin bersamamu untuk merasakan Mari kita buktikan,  bahwa angkuh tidak dibutuhkan, Meninggalkan sangat merugikan Laut aku ingin menyajikan kenangan ini Dimana terdapat penorama yang tergambarkan Bagaimana sang senja tidak memilih warna apa yang akan singgah Melainkan penerimaan agar menyatu adil bermanivestasikan kata indah Yang terakhir surakarta Mengapa? Bukankah harusnya ...

Aku menari bersama pilu

 Aku menari bersama pilu Meratapi pelik kehidupan penuh lika-liku Termenung aku .... Teringat pada ibu setiap kali malam mendatangiku Ibu .... Ragamu kenapa bisa sekuat itu? Kau korbankan kebahagiaanmu demi aku Aku merintih, karena murah hatimu Kau rela banting tulang, tak kenal waktu Hatiku tersayat saat tubuhmu tak berdaya Kau bilang, nanti juga sembuh sendirinya Aku tak percaya Karena kau selalu berkata baik-baik saja Ibu .... Kasih sayangmu tak terhingga Kau telah mengajariku banyak arti Bahwa hidup penuh warna Bukan beban dan masalah seperti yang ku kira sebelumnya"

Sirnanya senja

 "Sirnanya senja Karya:Mutiara khoirunnisa Semburat jingga keemasan terpancar di batas cakrawala Dialah senja…… langit sedang menunjukkan keelokannya pada semesta Ternyata pesonamu begitu melekat Membuat banyak orang terpikat Walau hadirmu hanya sesaat Disaat mentari jingga berganti warna Berdebur jiwa diantar luka dan kecewa Ku berharap senja mengerti perasaanku Memberantas kenangan dengan cara menatap keindahanmu Lalu mengapa tangismu masih menguasai hati? Seperti ironi,kamu telah terjebak patah hati GUBUKKU KARYA:MUTIARA KHOIRUNNISA Kau kecil dan kumuh Tapi semangat mu tak pernah lusuh Kayumu yang keropos terkikis masa Atapmu yang bolong kesorot panasnya surya Jalinan anyaman bambulah yang jadi dindingnya Di gubuk ini kutemukan kegelisahan dan kecemasan  Melihat keadaannya semakin memprihatinkan Lelahnya menghadapi gempuran perubahan zaman Walau harus tetap menghadapi sepait apapun kenyataan Sudah dua bulan ini gubukku sepi Tak ada diskusi Secangkir kopi Dan khayalan ilusi ...

Cahaya Novita..

 "Cahaya Novita.. Judul: (Ragu sebuah rasa)  (Sebuah rasa) (Cinta cahaya) (Ucapan beribu cinta) (Terimakasih cinta) Puisi.. Ragu sebuah rasa (Cahaya) Kamu adalah rahasia yang ingin ku pendam saja Kamu adalah rahasia yang ingin ku jaga setiap waktu Kamu adalah rahasia yang ingin ku diam kan dari setiap orang Kamu adalah rahasia yang ingin ku sembunyikan dari pertanyaan orang-orang Sebuah rasa (cahaya) Sebuah rasa yang mulai tumbuh Sebuah rasa yang mulai berkembang Sebuah rasa yang mulai berbunga Sebuah rasa yang mulai berbuah (Cinta cahaya) Dari ragu, Ke sebuah rasa, Menjadi cinta, Yang abadi, Keraguan telah mengiringi ke sebuah rasa, Sebuah rasa telah memberi petunjuk untuk menjadi cinta yang abadi seperti terang nya cahaya... (Ucapan beribu cinta cahaya) Dari kata perkata tidak dapat ku beri Dari kata perkata tidak dapat ku ucapan Ucapan beribu cinta tidak ada alasan untuk ku beri, ku ucap kan. Ucapan beribu cinta hanya dapat di rasakan."

Tak seindah ekspetasi

 Tak seindah ekspetasi Semula yang ku inginkan Keinginan yang ingin kuwujudkan Wujud terbesar dari sebuah harapan Harapan yang dengan penuh perjuangan  Begitu susah menaklukkan Tak semudah ekspetasi yang kubayangkan Rintangan yang panjang Begitu banyak penghalang ada di depan Pupus sudah sang harapan Hancur sudah sebuah keinginan Hanya meninggalkan sebuah kenangan Realita yang mengecewakan Oleh Sabrina Alifya Senja Tampak di penghujung hari Datangmu hanya tuk berpisah Datangmu untuk berpamit Begitu dinanti banyak insan  Menanti sepanjang hari Lelah diri ini yang menghilang Begitu menghangatkan hati Dirimu tak pernah mengecewakan Indah namun hanya sesaat Oranye menyorot netra Bersinar dari penghujung samudera Tak sedikitpun ingin melewatkannya Oleh Sabrina Alifya Sebuah pesan untuk Tuhan Mengapa begitu berat Jalan yang Kau berikan pada diri ini Ingin rasanya berhenti  Namun tak dapat diri ini menghendaki Percaya diri ini pada-Mu Akan ada hasil yang begitu indah Menant...

KESABARAN DAN KEIKHLASAN

 KESABARAN DAN KEIKHLASAN Nama: BAIQ ANGGI CAHYA PERMATA Aku kira sabar itu mudah Setiap hari demi hari kucoba bersabar Setiap hari juga aku coba menahan amarahku Membungkam mulutku agar tidak berkata Meskipun seperti itu Aku hanya manusia biasa yang penuh dengan dosa Manusia yang mempunyai batas kesabaran Manusia yang mempunyai amarah dan emosi Terkadang mereka mengira aku diam saja Aku diam bukan berarti aku kalah Aku diam bukan berarti aku lemah Tapi aku diam karena aku tahu itu salah Diamku itu hanya untuk menjaga perasaan mereka Tetapi semakin ku bungkam diriku Mereka seakan tidak peduli Mereka semakin menjadi jadi  Kubuat diriku seolah olah tidak mendengar Kubuat diriku seolah olah tidak melihat Kubersembunyi dibalik topeng wajahku Perasaan yang hanya aku sendiri rasakan Hari demi hari berlalu Minggu demi Minggu ku lalui Bulan demi bulan ku jalani Tahun demi tahun datang siring berganti Ku jadikan diriku sebagai pribadi yang tangguh dan kuat Ku tetap tersenyum walau aku ...

Sang pendosa

 Sang pendosa  Gelap , kelam, hitam,  Hatiku diselimuti kabut nafsu Bergejolak nya api cinta  Membuat logika menjadi dungu  Telinga  tuli, mata buta  Hati sekeras batu  Tak pernah menerima cahaya  Semua terpantul hilang dan sirna Tanah ini begitu gersang tuan  Untuk memiliki Sang hijau  Tak ada yang salah dengan cinta  Kesuciannya seputih kapas  Keindahan yang pempesona Terlena terpanah oleh asmara  Tumpahan tinta hitam keserakahan  Mengotori haqiqat cinta sesungguhny.  Sekarang hanya batu penyesalan  Dan pecahan kaca kepercayaan "

Berbeda jalan

 Berbeda jalan Karya : Azizah Islami Tema : Cinta Satu langkah lagi  Bukan untuk maju Namun saling melepas Melupa pada bahagia Walau itu hanya secepat embun hilang Putih tidak lagi kusukai Noda yang telah bebercak Tak bisa dihapus Tidak memperindah Namun menghancurkan Aku berada di penghujung jalan Kamu dipersimpangan Memilih arah berbeda Memutar haluan Jurang perpisahan semakin melebar Anehnya hanya aku yang jatuh Terperosok lalu menangis sendu Kamu tetap berjalan Tetap terang tanpa setitikpun air mata Resah yang sudah lama tertimbun Akhirnya menemui jawab Dimana kamu yang ku harap Tidak lagi menjadi awal tawaku Namun menjadi akhir senyumku Kita membentang. Pergi hingga tak ingat jalan pulang "

Senja dan Seribu Harapan

 Senja dan Seribu Harapan Karya : Vitra Yuliza Langit berwarna merah keperak-perak an Terlihat di ufuk barat yang mewarnai  Indah nya langit senja Senja banyak mengajarkan yang datang  akan selalu pergi Air mata tak henti-henti nya berjatuhan membasahi pipi Bergitu indah nya kuasa mu ya allah Bertapa aku ingin melihat keindahan mu Esok,bersama orang-orang yang ku sayangi Yang selalu memberikan aku semangat Menuju sebuah jalan kesuksesaan Ya allah jika boleh aku berharap bisa melihat senja  Bersama mereka tanpa ada tangisan Dan aku berharap hanya senyuman dan Bahagia lah yang mengiasi senja mu ya allah Doa dan Tahajjud Karya : Vitra Yuliza Di sepertiga malam di atas sajadah  Warna biru ku duduk bersimpuh Di hadapan maha kuasa Bayangan-Bayanga kelam tak pernah hilang dari ingatan ini Bergitu sakit dan sulit untuk di lupakan Bertapa hati ini telah menyesal Telah melupakan sang pencipta Ya allah bertapa sesak hati ini Memohon ampun kepada mu Apakah aku masih panta...

Ayah Terbaikku

Ayah Terbaikku Ayah  Kau lah ayahku Kaulah orang yang baik Kau selalu menasihatiku Kau orang yang kusayangi  Kau orang yang mulia Kau orangnya dingin Kau tidak pernah memarahiku Jika aku berbuat salah kau menasihatiku Kau orang yang tulus Kau bagai air yang dingin Dinginnya air seperti dinginnya sikapmu Walaupun kau bersikap dingin Kau sebenarnya orang yang baik Kaulah ayah terbaikku Aku sayang ayah                       Hujan yang indah Hujan Kau sangat indah  Hujanlah turunnya air Ketika turun hujan sangat dingin Walaupun kau dingin aku suka airmu yang turun Turunnya hujan karunia Allah SWT Jika turun hujan aku senang bermain air Hujan berpetir menakutkan Oh hujan  Aku senantiasa menunggumu Aku ingin selalu menunggumu Dengan airmu yang dingin aku suka Hujan kau bagai awan yang bergerak Kau selalu bergerak ketika turunnya hujan Hujan Kau sangat indah                  ...

Merah Putih Tetap di Hati

 "Nama  Penulis : Agnes Shinta Rosali Manbait Judul Puisi  Ke 1:  "" Merah Putih  Tetap di Hati "" Lantunan Lagu penguat jiwa Dalam melodi semarak kemenangan Suara sorak merdu Pahlawan Meski badan tak lagi utuh Merah Putih tetap  di hati Semangat muda membakar di dada Menggapai mimpi sejuta harapan Melihat secercah tujuan di balik kepedihan Kobarkan janji wujudkan Toleransi Kita terlahir dalam kandungan yang sama Indonesia Ibu Pertiwi kita Merah  dan Putih berkibar di angkasa Dari Sabang sampai merauke  Perbanyak sujud dalam doa  wujudkan karya demi tanah air  Pemimpin yang merangkul dan  rakyat  yang makmur  Dalam panutan lentera Merah Putih  Untuk Indonesia yang lebih baik Nama Penulis : Agnes Shinta Rosali Manbait  Judul Puisi Ke 2 : "" Danau Kecil "" Di sebarang danau kecil Di manjakan pohon bakau  Menggantung akar pohon yang  lebat  Menunjukkan pesona Ukiran sang Pencipta Di dasar Danau hijau ...

SENJA KALA ITU

 "SENJA KALA ITU Pancaran indah mempesona dari manik matamu  Setiap lirikan dan kedipan itu membutakan mata hati Aku terpanjat. Sesat waktu dan bumi seakan berhenti berotasi pada porosnya Sangking terkesima pesona indahmu Aku terjatuh dalam lubang cinta bak Palung Mariana Takjub akan keanggunannya yang dimanifestasikan padamu Mataku memandangmu seakan makhluk sempurna Sesaat setelah itu. Aku pun bertanya, inikah jatuh cinta.? Pada dirinya yang belum kutau namanya. Dengan sadar dan penuh kerendahan jiwa Aku bertanya padamu Tuhan. Jika relung hati dan jiwanya masih kosong Maka izinkan daku untuk bertuan pada relung itu. Dan bila sudah terisi maka biarkan dia termasyhur bersama debu-debu kosmik di surga nanti. Sebab dalam hatiku ada abjad dan aksara yang merangkai namanya. Aku semakin terjerat oleh senyumnya yang memikat. Pesonanya membuatku selalu ingin mendekat. Keanggunan dan keagungannya membiusku dalam lamunan. Aku tak sanggup lagi berkata-kata. Aku telah jatuh pada cinta. P...

Sehabis kehilangan

 "Sehabis kehilangan  Di ruang senyap aku menatap  Di saat mendung mengepakkan sayap  Mengenang ketika kita beratap  Mengingat ketika kita bersama Bersandar di bawah naungan nestapa  Sendu dan tertawa  Aku rindu semua yang ada padamu  Sampai berusaha menghapusmu  Maaf ... Muh Faisal  Petani  Sendu melilit hati para petani  Berpacu bersama hilangnya kuning padi  Cumbu dan tawa kini tak terdengar lagi  Hilang bersama surga kecil itu  Surga yang dibangun oleh  Petani Bersama anak dan istrinya Tempat mereka melerai lara  Tempat mereka menyimpan cerita... Kalanya  Udara sejuk melimpah ruah  Langit biru sebagai buktinya  Kuning padi ikut menyertai Bersanding dengan pepohonan  Menambah kesan pedesaan  Sampai suatu hari gedung gedung tinggi Mengubah tempat itu  Langit yang awalnya biru  Kini berwarna abu-abu  Profesi yang awalnya penting  Sekarang berganti jadi buruh...

KENANGAN DI SUDUT PINTU

 "KENANGAN DI SUDUT PINTU Oleh : Mega Clara Lulita, S.Pd., Gr. Disudut pintu itu Kulihat sepasang sepatu Milikmu yang tertinggal dahulu Kala hujan tak henti memburu Di sudut jalan itu Kulihat senyummu tersipu Lambaikan tangan tanda rindu Sebelum sirna ditelan waktu Aku terjebak dalam syahdu Rasa hampa kian membelenggu Tergores ingatan masalalu Menghempas asa berbuah rindu Terbanglah anganku  Gapailah mimpimu Berjuang demi tawamu Berharap kau kembali ke sudut pintu itu JIWA- JIWA YANG RAPUH Oleh : Mega Clara Lulita, S.Pd., Gr. Sesak masih bersemayam di rongga dada Dan janji-janji kita hanya tinggal rencana tanpa kepala Yang berlalu biarlah berlalu Lihatlah betapa indahnya kita yang dulu Saling bertemu melebur rindu Jiwa menyatu raga bercumbu Aku mengubur segala ragu Melambungkan rindu berujung pilu Sepertinya rindu sedang bercanda Sudah berencana kerap kali terkendala Pada akhirnya cinta ini janji belaka Sebagaimana hadir dalam kisah yang sama Cukuplah semesta memberi waktu, Ha...

Cahaya

 Cahaya                   Sebuah pancaran pagi dan malam Terbit fajar hingga ufuk timur Orang-orang bekerja keras Ilmu yang bertebaran      Lembaran-lembaran kertas terlukis      Sampai datanglah keindahan malam      Terang menjadi gelap gulita      Cahaya satu demi satu datang             Bersinar dengan bulan yang melayang             Kerlip-kerlip bintang              Orang mulai menenangkan pikiran             Lelap mata gitupun pikiran"

DERMAGA CINTA

 DERMAGA CINTA Karya : Nurfajar Alamsyah, S.Pd Kala gundahku merapah jiwa. Terkungkung sukma seakan lelap di dalam mata. Seperti paku yang menancapkan gurat dahan cemara. Tak lekang waktu meski tersembunyi di balik aksara. Desirnya angin perlahan terlebur menyelimuti hati yang lara. Dalam gigil kusebut nama-Mu di setiap masa. Cinta bukan tentang jarak batas nyata dan maya. Terbiarkan hingga urat nadi turpupus lenyapkan nyawa. Ketika sebilah cahaya menyemburat sederhana. Di ujung dermaga ini kusematkan cinta menguapkan rasa. Menghujam ke ufuk menggetarkan Arasy-Nya. Membuat hangatnya jiwa serasa di peluk semesta. Kini saatnya kusunting duka menjadi permata. Lewat titian kemuning merangkul luka menjadi cinta. Layaknya gelap dan terang yang bertemu di kala senja. Laksana telaga yang mampu meredam kepahitan menjadi nirwana. Marjanji Aceh, 12 September 2021 LUKANYA HATI Karya: Nurfajar Alamsyah, S.Pd Keluhan jiwaku tersiksa oleh luka perasaan. Terbenam dalam lautan mengenang sebuah peng...

Melirik luka

 "Melirik luka Karya: Annisa Kurniati Lamaku pandangi foto ini  Terlintas hal menyakitkan itu lagi Sungguh susah melupakan luka Melekat menempel di dada Dukaku memisahkan suka Antara aku dan dia Antara cinta dan benci Antara pahit dan manis Jangan datang lagi laraku Sungguh aku takut akan diri ini Merasa kecewa dan tak akan hilang Masa indah berakhir dengan luka Serang, 11 Oktober 2021 "

Asal rindu

 "Asal rindu  Cepatku simpulkan celotehmu menjengkelkan Hingga tanpa sadar semua itu adalah rangkaian kenangan Baru seminggu yang lalu aku pilu karenamu Hingga dipenghujung waktu, daku rasakan arti kata rindu Sepi bukan masalah kehadiranmu Hanya saja, kisahku tak akan sama tanpa ada bisik canda darimu Separuh Tampak kisah masa lalu Dibalut senyum tanpa pilu Ciptakan riang tanpa lalu Hingga banyak juta kali khalayak menunggu Senyumnya dambaanmu Dambaanya, dambaanku Separuhku Katakana “tak apa” padaku Bisikan, aku tak akan apa-apa tanpamu Nahkoda Laksamana Bukan maksud rasa mengais luka Menepi saja, juga tak cukup membuat lega Namun, masa mendorong datangnya nostalgia Ketika tawa indah benar tampak nyata Bersua menjadi penepis kasta pembeda Hingga kaum hawa iri akan temunya kita Laksamana  Arungkan hatiku Pada titik temu, tanpa beban akan dirimu Dengan senyum masa tempo dulu Seakan labuhmu tak lagi terbayang dalam benakku Jiwanya Tak ingin taruh duri diatas Jerami Seraya te...

Pasrah dan Biarlah

 " Pasrah dan Biarlah Langkahku tak tentu Tak satupun arah ku tuju Semua telah berlalu Dan membiarkanku tetap ragu Dia yang istimewa Yang tak lagi mampu ku sapa Semua telah sirna Dan sebatas kenangan adanya Aku tak berharap Pun tak lagi meratap Biar semua menetap Pada garisnya yg tetap Aku berserah padanya Dan seperti itulah harusnya Ia penentu segalanya Dan pengijabah setiap doa Kerudung biru Dibalut kain biru  Yang menjuntai dibawah bahu Ia tersenyum dengan lugu  Namun aku semakin ragu Ingin bisa bertemu,  Dan sembuh dari rindu Namun aku tak tau  Apakah ia juga begitu? Aku ingin ia mengerti  Tentang gemuruh dilubuk hati Apapun jawabnya nanti, Aku takkan lagi peduli Aku hanya ingin berjuang Dan mendapat sebuah jawaban Meski berakhir mengenang Dan terpaksa mengiklaskan Hasratku jatuh Berkali kali jatuh Berkali kali rapuh Berkali kali kecewa Dan berkali kali terluka Semua hasrat Telah coba untukku pahat Namun khianat Membuatnya menjadi cacat Rasa yang telah ...

Mahasiswa Perantau

 Mahasiswa Perantau Oleh : Martha Larasaty Hutagalung Kubuka mataku Samar samar terlihat benda itu Kucoba meraba nya Yah, Itu sudah tidak ada lagi disini Sebenarnya aku sudah tak heran dengan itu Semenjak kepindahan ku aku sudah merasa begini Sepi, dan hanya ditemani langit-langit kamarku Kehangatan keluarga tak lagi ku rasa  Dikala ku mulai hari-hariku Memasak sendiri, mencuci pakaian ku sendiri Bahkan untuk sekedar bertegur sapa pun aku tak bisa lagi Karena kami sudah berbeda sekarang Yah, begini lah nasib mahasiswa perantau Ayah, ibu. Doakan anakmu berhasil"

Kutitipkan segalanya

 """Kutitipkan segalanya"" Rindangnya rindu semakin jadi candu  Kala waktu masih belum menciptakan temu  Rasa kian kuat mencakar  Mengoyak nestapa tanpa menjadikannya hampa Penantian masih panjang  Akankah hati siap tanpa tumbang  Sementara halang rintang selalu siap menerjang Mematahkan impian jadi angan-angan Namun semua menjadi sederhana  Kala doa doa mulai dilangitkan  Menitipkan segala rasa pada-Nya Untuk seseorang yang masih jauh diujung peraduan -Melly Risdiana ""Untuk kamu"" Untuk kamu Seseorang yang kini ada disisi Seseorang yang sekarang menetap dihati  Terimakasih atas kesempatan mengenalmu  Aku harap kamu bukan mereka  Sekelompok manusia pemberi duka  Aku harap kamu berbeda  Satu dari sekian banyak manusia pemberi bahagia Bertemu kamu itu anugerah Salah satu hal dari Tuhan yang aku suka  Dan aku berdoa  Kisah ini akan berlanjut tanpa ada titik ataupun koma -Melly Risdiana ""Tak serasa"" Rasaku kian pu...

Rindu Punya Rasa

 "Rindu Punya Rasa Karya: Tri Arti dabukke Salam buatmu dari sudut kecil desa mungil Kan kutitip salam itu lewat hembusan angin utnukmu Jika salam itu telah tiba Jangan tanyak sebab apa aku rindu Ingatlah, waktu tak pernah berhenti Tak mundur, dan hanya berjalan terus-menerus Saat itu ingat pulalah ada rindu punya rasa untuk mu Ntah kapan waktu kan tiba Menunggu pun tak cukup obat rindu Ketika hujan mengguyur pun mengingatkan ku pada kejauhan  Menyisahkan genangan dalam keheningan Duduk terdiam dan merenung akan kerinduan Ingatlah pulang yang kutitip salam Ingatlah jalan menuju hati kerinduan  Jangan sesat dan jangan bimbang Tetap percaya akan tiba waktunya untuk pertemuan Biarlah...... Rindu punya rasa Rindu akan terobati pada waktunya TERDALAM DARI YANG TERDALAM  Karya: Tri arti dabukke Tampak indah senjah yang menampakan dirinya Bahagia saat menatapnya Menikmati, dan merasakan kenyamanannya Bagaikan rasa saat ini pula Tampak bahagia saat memandangnya Senyum indah ...

SIMPUL BASUH TANGIS

 (SIMPUL BASUH TANGIS)  Kasih,maafkan aku. Aku telah menenggelamkan sajak sajakku Aku kira lautan itu adalah syair Hingga aku lupa dan tergelincir Bahwa pena kalam terkadang menyihir,menyiksa dan menyinyir. Menyulam benih benih angan Laksana tubuhku tertimbun gelombang pasir Dan terseret pada puncak yang fakir. Kasih. . .  Darahku memanas Badanku melemas Sendi sendi terinfeksi racun kebinatangan Dan otakku mulai membunuh  Sekantong rasa dan kerinduan. Lalu lupa,telah merenggut ke akuan Mengubahnya menjadi cinta yang se akan akan sudah di tafsirkan. Lirih suaraku terdengar Pecah dan samar Kekasih. . .  Demi senyum yang tak pernah kau kira Demi simpul yang tak pernah kau sela Demi manis yang tak kunjung kering di basuh tangis, Aku bersaksi padamu..... Dengan menunaikan cintamu setiap saat Dan membayar rindumu setiap waktu. Adalah aku yang Menahan lara di sekujur luka. Kasih. . .  Sempurnakah aku Dengan mata yang hampa Sempurnakah aku Dengan lusuh di dada. (PU...

DETIK MELEPAS

 DETIK MELEPAS Islamiyah. N Angin yang damai membuat pohon menjatuhkan daun tanpa dosa menyihir sekelilingnya. Dengan awan hitam yang ditemani angin sejuk disertai daun beterbangan tanpa arah. Membuat sore itu semakin indah sebab ada seorang nona yang menjadi candu dalam keindahan bumi disore ini. angin yang membuat daun beterbangan  jatuh tanpa permisi menerpa wajah cantik nona  disana. Nona, kau tau ? bahwa percakapanmu bersama kawanmu telah menghinoptisku untuk selalu melihatmu. Sebab  saat ini senyummu adalah candu bagiku, untuk selalu menatapmu yang jauh disana. Bolehkah aku meminta pada pemilik semesta untuk menghentikan waktu saat ini Karena aku tak bisa berpikir untuk esok. Sebab aku takut jika memori senyummu tidak bisa terekam dalam kotak kecil di sudut hati untuk menemaniku dalam mimpi indahku.

CAKRAWALA ALAM SEMESTA

 CAKRAWALA ALAM SEMESTA Adinda adalah hikayat penghantar pada tidur nyenyak.  Memasuki ruang mimpi yang penuh gairah. bergelantungan di kaki tangan sang bulan.  keliling melintas gelapnya cakrawala.  lalu aku kelelahan,  jatuh dari angan, mengumpulkan kesadaran aku bangun bersamaan  dengan sadarnya tak ada kau pujaan. TENTANG DIA Dia,dia,dia! lagi lagi selalu tentang dia! kau keruk terus ingatan bersamanya,tanpa kau sadari batinmu tersiksa lara, iya! dia pernah jadi penyemangat ditiap hidupmu, sejuk di tiap siang mu,cerah di tiap senjamu dan tentram ditiap malammu tapi itu dulu! dan cukup! bangkitlah! karena bagaimana mungkin hatimu kembali tegak bila setiap hari hanya kenangan yang tampak. ANGAN TAK SEINDAH INGIN Aku bisa apa!! Aku hanyalah anak desa yang hanya bisa meminta minta kepada orang tua. Apakah kamu mau menerima? Ahh entahlah itu tidak akan terjadi, kecuali engkau mempunyai harta dan tahta, ohh tentu dia akan menerimamu tanpa ada syarat syaratnya...

Dia Aku

 "Dia Aku     by:Laelatul Rohimah Dia terjebak di masa lalu Yang tak ada kenangan apapun Yang tidak pernah ada cerita Mencintai diam-diam Memang tak ada salahnya Mencintai dalam diam Yang salah adalah dia Dia yang tak sadar posisi Dia yang tak sadar fisik Dia yang tak pernah sadar Jika dia tidak diharapkan Dia terus membuang air matanya Dia terus memakai otak nya Dia terus memikirkannya Tak pernah peduli Tentang semua yang terjadi dalam hidupnya Gak pernah paham  Dengan apa yang dia fikirkan Paksa dia melupakan Dia memberontak Paksa dia bertahan Dia diam tak ingin maju Siapa dia?  Dia adalah aku... "

Suaraku untukmu Indonesia

 "Suaraku untukmu Indonesia Karya : Yosua Juan Minggu Sang fajar mulai menyinari bumi pertiwi Menyilaukan pandangan anak bangsa Selaras kaki yang berjalan penuh misteri Menutup bungkus sebuah harapan yang ada Seindah itu, wahai tanah kelahiranku.  Kekuatan dan semangat bagimu Ditaruh dalam pundi harapan anak bangsa Keistimewaanmu menghipnotis semua mata Daya tarik menawan, tak tertandingi,  Ku bawa pulang jejak perjuangan.  Menaruh suaraku untukmu Indonesia,  Harapanku selalu ada dalam hatiku Mari bangun persatuan, wahai anak bangsa Hidup yang kita bangun untuk Indonesia,  Menjadi lebih besar lagi dari sekarang.  "

Tentang kehidupan

 Tentang kehidupan Gelap malam penuh kesunyian Hening sejenak dalam jiwa Mencari jawaban dalam tanya Bermimpikan keindahan rasa Bertaburkan bahagia dan kecewa Aku tak mampu berbuat apa-apa Tenggelam dalam larutan kesedihan Ada banyak orang yang ingin menjatuhkan Tutur katanya yang sangat menyakitkan Air mata adalah kata-kata yang perlu dituliskan Bertahan penuh kepedihan demi harapan Tuhan.... Berilah aku kekuatan Tidak ada orang yang benar-benar sangat kuat dalam- hidup ini Setiap orang merasakan kesedihan Tetapi bisa menopengi kedukaan Aku harus bangkit teruskan langkah kehidupan Demi menggapai impian dan harapan.

Serpihan Rindu

 Serpihan Rindu By : Yuli Basa Panjaitan Ig : @yulibasainscience19 Kembali lagi ke awal.... Tak sengaja aku melintas disana... Tak terpikir olehku akan bertemu dia... Tanpa sengaja bibir mulai berkata Mengenal tanpa alasan Dan berteman tanpa paksaan Dulu aku pernah merasa gundah...  Haruskah kuteruskan rasa yang bergejolak Atau kuabaikan saja Bimbangkah aku...?  Gelisahlah dia...? Seiring denyut nadi yang berdetak tak henti Seiring impian yang kini menjadi haluan Aku harus melihat kenyataan  Bahwa dia hanyalah khayalan Dulu...  Aku pernah mencintai  Dulu...  Aku pernah ingin memiliki  Dulu... Dia adalah warna warni hidupku Tapi kini ku harus bisa melukis sendiri warna itu...  Ku tak ingin lagi menyentuh hati itu.... Lupa mungkin sulit  Luka mungkin sakit Tapi apapun itu garis takdir tak berpihak padaku ataupun dia...  Satu saja  Terimakasih telah hadir meski hanya sebentar Terimakasih telah ada meski menggores luka Terimakasih ...

AIR HUJAN

 AIR HUJAN Oleh:Ervan Tino Saputra  Kenangan guyuran tawa pada masanya Air yang kian jatuh dari surga katanya Menguyur segala rasa Membasahi tubuh dalam bahagia bercanda Lari lari,ambilah sepercik air Teruslah guyur badan ku,bagaikan ada di hujan susu Tempat di mana aku menangis padamu Hujan angin petir Menagis tanpa terlihat Dan menjerit tanpa terdengar,walau itu kencang Hujan guyur lah bumi ini Siramlah air sejuk mu pada tubuh ku Kau hujan……. Mewarnai melukis kenangan masa kecil ku Masa masa bersamamu hujan itu sangat seru Dingin sejuk,itu sangatlah berharga Seuntai setetes air air itu Adalah air miliku,walau itu ialah takdir pada sang langit . Usang sudah sebuah cerita Padamu sang hujan yang mengguyur Kini jika aku melihat mu Aku hanya bisa memakai jas hujan itu Dan menikmati kembali,masa lalu Dengan sebuah,sanubari memori logika ku

Keteguhan Hati

 Judul Puisi 1 : Keteguhan Hati Nama Penulis : Sesi Herawani Lihatlah dia yang termenung nun jauh di sana Lukisan-lukisan masa lalu indah terkenang Sudut bibir tertarik menyimpul senyum Pahit, nyatanya kini tak mengganggu Walau langkah tertatih bertopang pada tongkat kayu Dunia lihatlah betapa indahnya senyuman itu Mengalahkan keindahan duniawi Dia adalah manusia yang bersyukur Penyesalan tak pernah ada pada raut wajahnya Betapa bangganya berdiri tegak menantang kehidupan suram Tidak pernah dia berpangku tangan Tidak pernah dia mengharap belas kasihan Karena inilah hidupnya Karena inilah dirinya Bersyukur walau masa kelam menghampirinya Motonya, hidup ini disyukuri, bukan disesali Keteguhan hatinya sekeras baja Binar matanya secerah warna pelangi sehabis hujan Kesempatan tak hanya datang sekali Karena baginya, masih banyak kebahagiaan esok Judul Puisi 2 : Jiwa Penikmat Fana Nama Penulis : Sesi Herawani Mereka jatuh berguguran kehilangan daya Dihantam kenyataan bahwa bumi telah menu...

Memori piring berbagi

 "“Memori piring berbagi” Karya penulis : suminar Rasa untukmu akan selalu ada.. Dimna kita pernah berkhayal menua.. Restu nya yang tak ada.. Awan menangis tanpa mendung.. Bibir senyum air mata turun.. Adanya harapan berkelanjutan… Cinta seperti ini yang takdirnya tak diharapkan.. Seperti butiran yang tertiup angin kencang.. Hilang ditempat ..nyawa sebelah terasa melayang.. Membangun cinta ini sangat terjal..roboh seketika.. Disana kita berdua menyatu dalam ikatan suci.. Datang nya angin kencang orang tua.. Menyatukan hebat perpisahan .. Pilihan seperti buta ..mereka berbahgia atas hilang nya cinta.. Terasa hepi bayanganku hilang tak lagi menepi.. Selalu kupahami atas apa yang terjadi.. Bertepi dan menyelam sendiri.. Menyadari keikhlasan harus kubesari.. Ngakau ku cinta nanti kuharap kembali.. Demi harta merenguk bersama buah hati nya.. Tasikmalaya,10 oktober 2021 “Menari di malam hari” Karya penulis : suminar Kubahagia dengan cinta abadi menepi.. Hadiah terindah untukku hanya ber...

Gadis Rindu

 Gadis Rindu Karya : Sulia  Aku tak menyadari tahun sudah berganti Aku lupa untuk menghitung hari,  Dan detik yang terlewati tanpa arti Aku terlalu lama menyendiri Hingga tak menyadari perubahan pada diri Aku hanya mengingat sebuah kisah  Saat kau pergi tanpa pamit Memang sakit dan pahit  Hingga aku sulit untuk bangkit  Sungguh hebat kau lalu ilalang Yang datang memberi harapan Lalu pergi tanpa kepastian Tak menghiraukan jeritan gadis malang  Yang menangis karena kerinduan Bertahun-tahun kau pergi  Meninggalkan luka yang amat perih  Hingga aku tergontai letih  Menahan beban yang sulit tertati  Aku gadis malang  Yang merindukan sang tuan pulang  Namun tak jua datang Tak Terlupakan (Karya : Sulia ) Waktu selalu melangkah maju  Tapi aku selalu diam menunggu  Apa yang kutunggu tak jua bertemu Aku hanya bisa menahan rindu  Pilu menguasai lamunku Selalu bertanya kapan aku akan lelah menunggu? Aku termangu menatap ...

Ilmu ku masa depanku

 Ilmu ku masa depanku Karya:risnawati Ilmu.. Mempelajarinya ibarat babu Mencarinya ibarat batu Mengingat  seperti masa lalu Dan memulainya seperti pergi ke surau Ilmu.. Di masa teknologi ini Mudah tuk di cari Sulit tuk di pahami... Mudah tuk ditemui Sulit tuk di mengerti Ilmu.. Satu dunia mengejarmu Untuk maju dari masalalu

MALAM

 "MALAM Dinginnya malam itu. Hatiku yang ragu. Mataku yang banjir air mata. Bibirku yang kaku terbungkam tanpa kata. Bersama dengan itu. Telingaku menagkap suara lagu lama kita. Otakku merespon bentuk ingatan tentang kenangan yang perna ada. Dan aku yang sudah berserah, ditampar rindu yang tak menemukan jalan pulang. Dipekatnya malam itu inilah keresahanku yang kutulis tanpa ragu. Dan tanpa jawab untuk mengakhiri semuanya. Kata “tidak” Tak lama ku bertemu dengannya. Tapi hati ini merasa sepi. Angin berhembus sepoi-sepoi. Seakan angin itu membisikiku. Dalam hatiku berkata dan memendam rasa. Namun tak bisa ku utarakan. Hanya kata “pantaskah” yang ada di dalam pikiranku. Tapi aku tidak boleh diam. Ini membuatku menjadi gila. Aku coba mengucap isi hatiku. Apa boleh buat dia bilang, tidak.           Inginku Di waktu yang senggang. Ku luangkan untuk belajar menggapainya. Dengan sungguh-sungguh dan tekat yakin. Aku pasti bisa, dalam pikiranku. Dari s...

Indahnya pemandangan

 "Nama: HASTI INAYAH      Indahnya pemandangan Warna warni bunga yang bermekaran Daun yang menari nari terkena terpaan angin segar Dengan kupu-kupu yang beragam warna Semakin memperindah pemandangan Burung burung yang bernyanyi Menambah suasana pagi ini Dengan sinar mentari yang masih damai Membuat terasa lebih nyaman menikmati pagi              Ingatlah ibumu Ingatlah ketika ibumu melahirkan Yang berjuang antara hidup dan tiada Demi melahirkanmu ke dunia Dengan rasa sakit yang tiada tandingannya Ingatlah ketika ibumu membesarkanmu Dengan susah payah untuk membesarkanmu Tanpa mengenal lelah dan waktu Sampai kau mampu menghidupi keluargamu Apakah kau masih yakin tuk menyakiti ibumu Apakah kau yakin tuk meninggalkan ibumu Yang telah membesarkanmu Demi kebahagiaan dan kesenanganmu Ingatlah perjuangan seorang ibu tiada habisnya Hingga tiada seorang pun yang mampu membalasnya Ingatlah tiada rasa sakit yang lebih sakit Dari pada sakitnya ...

Kegelapan

 Kegelapan Aku terdiam dalam kegelapan Aku menangis di dalam kegelapan Tuhan aku merindukan mu Bisakah mau hadir dalam hati ku Aku tak tau mengapa aku merasa kehilangan mu Tuhann....aku rindu pada mu Aku ingin selalu ada di sisimu tuhan Tuhan... Aku menangis di dalam kegelapan  Aku...aku merindukan mu Rasa sepi dalam hati selalu aku rasakan Tuhan bisakah kegelapan ini kau gantikan dengan cahaya mu Aku rindu pada cahaya mu tuhan..."

𝙍𝙀𝙈𝘼𝙅𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙆𝘼𝙏𝘼𝙉𝙔𝘼 𝙋𝙀𝙉𝙀𝙍𝙐𝙎 𝘽𝘼𝙉𝙂𝙎𝘼

 "𝙍𝙀𝙈𝘼𝙅𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙆𝘼𝙏𝘼𝙉𝙔𝘼 𝙋𝙀𝙉𝙀𝙍𝙐𝙎 𝘽𝘼𝙉𝙂𝙎𝘼 Karya:Gischa Dara Azima Sungguh miris keadaan negri kita Melihat kritis banyak nya kasus narkoba Kenakalan remaja merajalela Pergaulan bebas bagaikan sudah biasa Wahai remaja Siapa yang akan menjadi penerus bangsa nanti nya?  Akan jadi apa negri ini?  Dan jadi seperti apa bumi pertiwi?  Wahai para remaja Bahagiakah kalian berfoya-foya?  Bahagiakah kalian menunjukkan kenakalan kalian?  Bahagiakah kalian melihat orang tua sengsara?  Wahai remaja Puaskah kalian bermabuk-mabukkan?  Puaskah kalian merasakan narkoba?  Puaskah kalian melihat banyak orang menderita?  Wahai para remaja Tak ingatkah kalian perjuangan para pahlawan?  Tak taukah kalian pengorbanan nyawa?  Hingga titik darah penghabisan Wahai kalian yang merasa merdeka Para jantung bangsa Yang terbungkam oleh dunia Yang terbuai oleh maya Mari bangkit angkat kepala Maju menjunjung nama bangsa Lari bungkam bal...

Segudang Rindu

 "Segudang Rindu                                  Karya:Mustika Alzazira  Malam ini hembusan angin sangat dingin  Menusuk jantung hingga ke kalbu Rasa rindu ini, datang untuk mu  Namun, Tak bisa menggapai mu Segudang rindu, kutitipkan untuk mu Malam ini, tak terasa air mata telah mengalir  Kala, ku ingat wajahmu  Yang kerut namun berseri Sayang, anakmu ini masih jauh darimu Rindu akan pelukan hangat mu Tiga tahun sudah tak bertemu  Karna hidupku, kini jauh di negeri orang  Ibu, aku rindu... Rindu akan masakanmu  Rindu ingin pulang dari negeri orang  Dariku, yang jauh hidup merantau"

Patahnya kedua penopang

 """Patahnya kedua penopang""              Oleh:: st. Nur aswa risky wahyuni      Apa yang kalian lihat?    Dengan penuh heran mata terbelalak    Apa karna langkahku yang begitu lambat?    Maaf, anggap saja aku ini cacat.             Haaaaa.        Sesak sekali rasanya, padahal aku tidak berlari,        Tapi nafas ku sedari tadi sudah terengah-engah.        Keringat rasanya sudah tak menetes lagi, malah bagai kerang air menyalah yang tertumpah ruah.        Tak apa! Setidaknya aku tetap berjalan kedepan, Walau luka ku parah malah menambah sayatan. Tenang saja! Aku tidak akan mengemis uluran tangan, Terbiasa mengais hidup sendiri sudah ku lalui dengan keihklasan.      Kita tidak berbeda bukan?       Hanya saja aku  yang tanpa kedua sayap memaksa untuk bisa t...

Tentang Suatu malam di sudut kota

 Tentang Suatu malam di sudut kota Perihal rinduku yang tak berujung temu Di suatu sudut kota yang bising dengan Suara-suara kendaraan yang bising Tak lupa di iringi suara lantunan-lantunan Lagu suara merdu pengamen jalanan Yang isi dari lantunan-lantunan lagunya Seperti mengingatkan ku dengan sosoknya Seperti kata pepatah lagu bisa mengingatkan Kita dengan suatu momen-momen tertentu Kerinduan pun menghanpiriku .... Entah bagaimana bisa aku merasa sesak dan Tak nyaman saat lantunan-lantunan lagu itu Di nyanyikan perasaan sudah tak terbendungi Hingga rintik gerimis di penghujung malam tiba Ragaku seakan mengatakan aku ingin pulang Tetapi langkah kakiku sangat berat untuk berjalan Terpopah-popah lututku untuk memaksakan kaki ini Hingga akhir nya bisa berjalan dan tak merasakan sesak lagi

Pahlawan

 Pahlawan  By : Janiz Zahwa Hidayat  Menerjang lautan rintangan mengorbankan segala yang dimiliki Kemerdekaan yang berhasil akibat pengorbanan banyak orang Namanya tertulis di sejarah selalu diingat jasanya oleh rakyat Perjuangan yang tak kenal lelah dilakukan oleh mereka Tempat, penghargaan, dan pujian Untuk mereka yang memerdekakan Negara Indonesia yang luas Mengakhiri penderitaan rakyatnya Terimakasih bagi mereka Yang mengorbankan diri untuk negara Tercinta Pahlawan Indonesia"

Hidup Yang Fana

 "Hidup Yang Fana Ada beberapa hal yang tak bisa dicerna, apalagi diterka. Layaknya sebaikbaik engkau mencinta, namun berakhir terluka. Beberapa hal mungkin sudah digariskan, Bagaimana kisah indah berujung pada perpisahan, kehilangan ataupun kesedihan. Begitulah hidup, terkadang terangmu menjadi redup, tenangmu menjadi gugup. Aku tau, tak ada yang mudah. Berjuang pun bisa berujung lelah, sepenuh hatimu bisa berakhir patah. Lantas engkau berharap apa? Sementara dunia ini begitu fana, harapmu hanyalah asa. Maka bisakah biarkan berjalan apa adanya, secukupnya saja, agar engkau lebih bahagia. Tujumu Bukan Aku Aku pernah, menumpahkan segala rasa untuk seseorang. Bersedia menunggunya yang berjanji pulang. Banyak detik waktu habis ku jelang, sayangnya ia bahkan tak kunjung datang. Aku ingin mengeluh, namun perasaan ini bahkan tak juga luruh. Aku masih saja bertaruh, pada sikapmu yang jelas tak acuh. Beraninya aku biarkan diri ini jatuh, padamu yang tak mungkin ku rengkuh. Aku begitu sung...

Pedih

 "Pedih Kenapa aku begini?  Menjadi orang yang selalu disakiti Karena kekurangan yang aku miliki Apa mungkin karena mereka lebih sempurna?  Kenapa aku selalu dihina?  Karena aku bukan orang kaya Yang mempunyai segudang harta Harta yang membuat mereka berharga Suatu hari nanti mereka akan terngangah Melihatku tersenyum bahagia Merasakan apa yang mereka rasakan disa'at aku merasa sengsara Tapi aku berbeda dengan mereka karena aku lebih bijaksana Kenangan dan kesepian Ingatkah Engkau?  Disa'at kita bersanding, bercanda tawa bersama Disa'at kita menguntai janji bersama Disa'at kita melangkah bersama Kenapa semua hilang begitu saja Kau lupakan semua dengan mudah Apa tak pernah terlintas dipikiranmu Semua janji, canda, dana tawa kita Kurasa sepi hidup ini Karena kau tak lagi disini Ku tak dapat berbuat apapun kuhanya berharap kan ada cahaya terang kembali Dua sisi Dalam setiap warna  Pasti ada gelap dan terang Disetiap hari Pasti ada siang dan malam Disetiap kata...

Perempuan di Marjinalkan

 "Perempuan di Marjinalkan ____________________   Ironisnya negri ini  Negri yang katanya       negara hukum Tapi sangat gampang untuk memarjinalkan           wanita  Hey kalian apakah       wanita sudah dilupakan hak-hak                 nya Ini negara apaan ...?   Negara yang sudah      Memarjinalakan            wanita  Tak pantas untuk disebut negarah"

Pahlawan

 "1.   Pahlawan Patriot tanpa tanda jasa Tetesan darah dan keringat.. Ikhlas ngkau berikan  Demii terucapnya kata.. merdeka Walau... Ribuan darah yang harus mengalir Walau.. Ribuan nyawa yang harus pergi Tangisan dan rintihan yang bergemuruh Jatuh bangun dan terguling... Tapak kaki yang harus tetap berlari Menanti terkibarnya merah putih 2.    Langit malam Lukisan zat hebat Yang menciptakan hal hebat Bulatan putih  yang menerangi Kegalapan.. Titik putih yang selalu bertebran  Terkadang awan hitam  Menyelimuti mereka.. Seakan-akan.. Memakan semuanya Warna hitam dilangit pun kian muncul Langit yang tak lagi indah Dengan pernak pernik bintang dan bulan yang mulai musnah Kegelapan.. Biarlah kami melihat lukisan indah ini 3.    Semangat Semangat... Kau kata yang mebuat  Segenap jiwa membangunkan tubuhnya Membangun rasa Glora yang sempat padam.. Menapaki serpihan langkah Menelusuri pahitnya jatuh Tapak demi tapak ku tapaki Demi membu...

Sahabatku

 1. ""Sahabatku” Jarum hari ini masih terlalu pagi  Kutatap lengkungan langit Biru harau hari ini  Seketika teringat senggal kisah Bersamamu Sahabatku...  Bersamamu aku berani  Menebus berbagai terobosan  Denganmu aku lewati Tawa dan tangisan Menyibak berbagai rintangan Yang terus mengaung tajam Hingga tiba masa Yang menuntun kita berpisah Aku berharap saat itu Hanyalah sebuah mimpi Agar kelak jalan panjan ini Bersama kita lalui Namun kini aku mengerti Mengapa kita harus berpisah Sebab pada kenyataannya Jalan untuk meraih mimpi kita berbeda Sahabatku...  Walau kita terpisah oleh jarak Walau kita tak lagi duduk bersama Kau tetaplah kau Tempatku berbagi cerita Suka dan duka Memberi semangat serta motivasi Terimakasih sahabatku 2. “Pelatuk dosa” Ditengah malam gelap gulita Aku terbangun, tersadar akan dosa dosaku Kuambil wudhu Ditengah malam ini Diatas sajadah ini Aku menengadahkan tangan Memohon ampun atas dosa dosa Tuhanku...  Dalam termangu Aku ma...

TAFAKUR JIWA

 TAFAKUR JIWA KARYA: NUR ISMIATI Detak kalbu Membawa jiwa dan raga menyatu Bak bahana seolah menyeru Mendayu, merasuki dimensi pikiranku Duhai sang waktu Andai engkau tau Goresan cerita nan beradu Bak elemen yang tak akan bertemu Engkaluah sang maha raja Tempat tuk menengada Dimana diri tak berdaya Dimana rasa tak mampu berkata Dan lemah menjadi tenaga Beginilah adanya Rintisan air mata Wujud syukur padanya Kala tafakur menyapa Mengingat diri berlumur dosa Kala lupa  Kala semua menipu daya Dan akhir kata Semua tak akan bermakna Kala diri sudah tak bernyawa

Harapan tak berbatas

Harapan tak berbatas Oleh : NI MADE LIANA OKTA MAHESWARI Angin lembut menyapa diriku Sejuk, dan tenang Mentari tersenyum Indah, tak terlalu panas Termenung dalam diam Semangat dalam diri hampir memudar Keluh, dan lelah Berbalut dalam tangis Hijau daun di taman Menari ditiup angin Hati tengah bimbang Penat rasanya Usaha dalam mencapai harap Tak kunjung ku raih Senyum selalu ku ukirkan Untuk membohongi dunia Kerambitan, 9 Oktober 2021                      Hal Terindah Oleh : Ni Made Liana Okta Maheswari Pada bintang ku tatap  Beribu jumlah di langit Membayangkan dirimu Ada, dan duduk di samping Berbincang hangat Tentang keluh dan kesah hari ini Tentang hangat dan dingin cuaca Betapa indahnya Senyum yang menjadi hidup Semangat, dan tenaga Menggenggam hati Menjadi tenaga Hal terindah dalam bayang Nyatanya, disini... Aku sendiri Tanpa hadirmu Kerambitan, 9 Oktober 2021                  Hu...

Melangkah lagi

Melangkah lagi Tanpa jejak sayapku Karya:yusriani Dinding di sawah pagi menjelma, Butir butir angin meluluhkan  ku, Tanpa lelah,tanpa jenuhmu, Gunung tersenyum menyapa diriku.... Samudra luas terbentang menungguku, Citaku menertawa langkah perjuanganku, Bintang jauh nun bak gurjana, Daun berterbangan memukul ingatanku.... Diam ku sejenak melempar batu, Bumi menepuk lampu keberuntungan, Terbaring merintis sungai yang mengalir, Jejak terhapus melunakkan dasar hatiku.... Volume menyaringkan jam berdetak laju, Memuaskan lampu yang menerpuh, Berliku jalan melangkah tinggi bak sayap bidadari, Ahh...bohong melumpuhkan lidah kesahku.... "

Si Cungkring

 "“Si Cungkring” (Oleh : Naila Putri Dwi Prana) Di setapak jalan ini ia hadir Bersisian dengan Si Besi kuatnya Diiringi sorak permaisurinya Berlenggak dengan gagah perkasa Membuat gemetar yang menatap Sumbu logamnya ditenteng longgar  Ditemani seringai elok bak Penghuni Neraka Ditunjuknya dada Si Cungkring Meminta seonggok kebenaran Namun, nihil  terkuak  Saat tuan rumah bungkam Tak ada jawaban, tak ada kebenaran Hingga hati terbakar kekuasaan  Hanya tersisa darah yang menggenang “Calon Imam” (Oleh : Naila Putri Dwi Prana) Datang laju bersama sarayu Membawa arumi khas penghuni langgar Parasnya pun tak diragukan Sejak pagi hingga malam  Disaat hadir Sang Maha Pengasih Dibuatnya netra cokelat itu Menelisikku yang kini dewana Kala datang seperempat malam Kuangkat tangan ini  Ketika hati membatin Dan lisan mengucap “Ya Allah, jadikan dia Imam-ku” “Simpul Hati” (Oleh : Naila Putri Dwi Prana) Kala kurenda ribuan tali kasih  Lantas tersimpul dalam hati H...

AL-QUR’AN PENAWAR HATI

 " AL-QUR’AN PENAWAR HATI Hari demi hari kehidupan kujalani Tanpa arah tujuan yang pasti Namun tetapku nikmati hidup ini Dengan sepenuh hati Resah gelisah Yang selalu menghantui pikiran dan jiwa ini Kedatangannya tak pernah ku harapkan Ingin rasanya ku hilangkan Ingin rasanya ku lupakan Semua kejadian yang membuatku merasakan Kebencian dan penyesalan Namun tetap sulit untukku lakukan Dan pada akhirnya.. Telah kutemukan sebuah jawaban Dari permasalahan  Yang selama ini ku resahkan Kitab suci, kitab Al-Qur’an.. Dimana ayat-ayat yang diturunkan Oleh tuhan semesta alam Ayat-ayat yang begitu mulia  Yang menjadi pedoman dan panutan Seluruh umat islam didunia Ayat-ayat yang mampu membuat pikiran Dan hati menjadi tenang dan tentram Saat ayat suci Al-Qur’an itu dilantunkan Al-Qur’an.. Obat dari segala obat  Yang begitu mustajab Sebagai penawar hati dalam kegelapan Sebagai penolong dalam kehidupan Karya: Rosia Derani Ibu Kartini.. Sosok pejuang pahlawan kami Wanita...