Sang pendosa

 Sang pendosa 


Gelap , kelam, hitam, 

Hatiku diselimuti kabut nafsu

Bergejolak nya api cinta 

Membuat logika menjadi dungu 

Telinga  tuli, mata buta 

Hati sekeras batu 


Tak pernah menerima cahaya 

Semua terpantul hilang dan sirna

Tanah ini begitu gersang tuan 

Untuk memiliki Sang hijau 


Tak ada yang salah dengan cinta 

Kesuciannya seputih kapas 

Keindahan yang pempesona

Terlena terpanah oleh asmara 


Tumpahan tinta hitam keserakahan 

Mengotori haqiqat cinta sesungguhny. 

Sekarang hanya batu penyesalan 

Dan pecahan kaca kepercayaan "


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak seindah ekspetasi

Sebuah pesan untuk Tuhan

SIMPUL BASUH TANGIS