Aku menari bersama pilu

 Aku menari bersama pilu


Meratapi pelik kehidupan penuh lika-liku

Termenung aku ....

Teringat pada ibu setiap kali malam mendatangiku


Ibu ....

Ragamu kenapa bisa sekuat itu?

Kau korbankan kebahagiaanmu demi aku

Aku merintih, karena murah hatimu

Kau rela banting tulang, tak kenal waktu


Hatiku tersayat saat tubuhmu tak berdaya

Kau bilang, nanti juga sembuh sendirinya

Aku tak percaya

Karena kau selalu berkata baik-baik saja


Ibu ....

Kasih sayangmu tak terhingga

Kau telah mengajariku banyak arti

Bahwa hidup penuh warna

Bukan beban dan masalah seperti yang ku kira sebelumnya"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak seindah ekspetasi

Sebuah pesan untuk Tuhan

SIMPUL BASUH TANGIS