(SIMPUL BASUH TANGIS) Kasih,maafkan aku. Aku telah menenggelamkan sajak sajakku Aku kira lautan itu adalah syair Hingga aku lupa dan tergelincir Bahwa pena kalam terkadang menyihir,menyiksa dan menyinyir. Menyulam benih benih angan Laksana tubuhku tertimbun gelombang pasir Dan terseret pada puncak yang fakir. Kasih. . . Darahku memanas Badanku melemas Sendi sendi terinfeksi racun kebinatangan Dan otakku mulai membunuh Sekantong rasa dan kerinduan. Lalu lupa,telah merenggut ke akuan Mengubahnya menjadi cinta yang se akan akan sudah di tafsirkan. Lirih suaraku terdengar Pecah dan samar Kekasih. . . Demi senyum yang tak pernah kau kira Demi simpul yang tak pernah kau sela Demi manis yang tak kunjung kering di basuh tangis, Aku bersaksi padamu..... Dengan menunaikan cintamu setiap saat Dan membayar rindumu setiap waktu. Adalah aku yang Menahan lara di sekujur luka. Kasih. . . Sempurnakah aku Dengan mata yang hampa Sempurnakah aku Dengan lusuh di dada. (PU...
Komentar
Posting Komentar