Pedih

 "Pedih


Kenapa aku begini? 

Menjadi orang yang selalu disakiti

Karena kekurangan yang aku miliki

Apa mungkin karena mereka lebih sempurna? 

Kenapa aku selalu dihina? 

Karena aku bukan orang kaya

Yang mempunyai segudang harta

Harta yang membuat mereka berharga

Suatu hari nanti mereka akan terngangah

Melihatku tersenyum bahagia

Merasakan apa yang mereka rasakan disa'at aku merasa sengsara

Tapi aku berbeda dengan mereka karena aku lebih bijaksana



Kenangan dan kesepian


Ingatkah Engkau? 

Disa'at kita bersanding, bercanda tawa bersama

Disa'at kita menguntai janji bersama

Disa'at kita melangkah bersama

Kenapa semua hilang begitu saja

Kau lupakan semua dengan mudah

Apa tak pernah terlintas dipikiranmu

Semua janji, canda, dana tawa kita

Kurasa sepi hidup ini

Karena kau tak lagi disini

Ku tak dapat berbuat apapun kuhanya berharap kan ada cahaya terang kembali



Dua sisi


Dalam setiap warna 

Pasti ada gelap dan terang

Disetiap hari

Pasti ada siang dan malam

Disetiap kata

Pasti ada suka dan duka

Disetiap cerita

Pasti ada tangis dan tawa

Mungkin... 

Diantara sejuta warna dan cerita

Tersimpan beribu potret bahagia"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak seindah ekspetasi

Sebuah pesan untuk Tuhan

SIMPUL BASUH TANGIS