Sebuah Rasa

 "Puisi 1

Sebuah Rasa


Bunga tak lagi berseri

Gugur berlahan-lahan

Jatuh ditanah gersang

Membuat batin ini pilu


Tak sanggup lagi bersuara

Merasakan pedihnya teriris-iris

Dengan raut wajah sedih ia menangis

Terseduh-seduh bahunya terangkat


Menangislah ...


Biarkan dunia tahu 

Betapa kejamnya yang kau alami

Kecewa namun bertahan

Agar dunia pun tahu kokohnya kau


Rembulan teman malamnya

Cahayanya memberi sentuhan

Agar ia bersujud pada pencipta-Nya

Disadari pada-Nya ia berlindung


Puisi 2

""Sulit""


Apalagi yang kuharap?

Semua hampa, tak berarti lagi

Entah takdir ataukah restu

Sulit tuk renungkan ...


Rembulan saja tak sanggup

Melihatku, apalagi aku?

Serendah inikah? Haruskah?

Apa yang dipertahankan?


Angin merayuku tuk istirahat

Namun mataku masih basah

Tunggulah sejenak saja

Biarlah mata ini menangis


Hatiku masih ingin

Mencurahkan semuanya

Biarlah rasa ini berlalu

Walau sesulit keadaannya


Puisi 3

""Melambai""


Anginnya begitu kencang

Serasa mau melayang

Menerka-nerka bintang jatuh

Biar ku gapai dengan jemariku"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak seindah ekspetasi

Sebuah pesan untuk Tuhan

SIMPUL BASUH TANGIS